Makna Iqra’ dan Pentingnya Membaca dalam Islam
Pendahuluan
Perintah pertama yang Allah SWT turunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ bukanlah shalat, puasa, atau zakat, melainkan “Iqra’” yang berarti bacalah. Ini menunjukkan bahwa membaca dan menuntut ilmu memiliki posisi yang sangat tinggi dalam Islam.
Membaca bukan sekadar aktivitas akademik, tetapi pintu awal peradaban dan kunci kemajuan umat. Melalui perintah Iqra’, Islam menegaskan bahwa ilmu adalah fondasi utama kehidupan manusia.
Arti Kata Iqra’
Kata Iqra’ berasal dari bahasa Arab yang berarti membaca, mengumpulkan, dan memahami. Perintah ini tidak hanya terbatas pada membaca teks tertulis, tetapi juga mencakup:
-
Membaca alam semesta
-
Membaca keadaan diri
-
Membaca tanda-tanda kebesaran Allah
Dengan kata lain, Iqra’ adalah ajakan untuk berpikir, merenung, dan memahami.
Iqra’ dalam Al-Qur’an
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1–5:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar manusia dengan perantaraan pena. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Ayat ini menunjukkan bahwa:
-
Membaca harus disertai kesadaran akan Allah
-
Ilmu berasal dari Allah
-
Menulis dan membaca adalah sarana penyebaran ilmu
Pentingnya Membaca dalam Islam
Membaca dalam Islam memiliki banyak keutamaan, di antaranya:
1. Membuka Pintu Ilmu
Semua ilmu berawal dari membaca, baik ilmu agama maupun ilmu dunia.
2. Meningkatkan Kualitas Ibadah
Dengan membaca dan memahami ilmu agama, ibadah menjadi lebih benar dan khusyuk.
3. Menghindarkan dari Kebodohan
Membaca melatih akal untuk berpikir kritis dan bijaksana.
Membaca sebagai Ibadah
Dalam Islam, membaca bisa menjadi ibadah jika:
-
Diniatkan karena Allah
-
Membawa kepada kebaikan
-
Meningkatkan iman dan amal
Membaca Al-Qur’an, buku ilmu, maupun bacaan bermanfaat lainnya semuanya bernilai ibadah jika niatnya benar.
Hubungan Membaca dan Peradaban Islam
Sejarah mencatat bahwa kejayaan peradaban Islam lahir dari budaya membaca dan menulis. Perpustakaan besar, ilmuwan muslim, dan karya-karya monumental lahir karena umat Islam menjadikan ilmu sebagai prioritas.
Perintah Iqra’ menjadi landasan berkembangnya:
-
Ilmu pengetahuan
-
Pendidikan
-
Kebudayaan
Tantangan Budaya Membaca di Era Modern
Di era digital, tantangan membaca semakin besar:
-
Distraksi media sosial
-
Informasi instan
-
Minat baca menurun
Namun, Islam tetap mengajarkan pentingnya membaca secara mendalam dan bermakna, bukan sekadar membaca cepat tanpa pemahaman.
Cara Menumbuhkan Kebiasaan Membaca
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
-
Niatkan membaca karena Allah
-
Mulai dari bacaan ringan
-
Tetapkan waktu membaca harian
-
Catat poin penting
-
Amalkan isi bacaan
Hubungan Membaca dengan Artikel Sebelumnya
Jika pada artikel sebelumnya dibahas tentang pentingnya membaca buku, maka perintah Iqra’ memberikan landasan spiritual bahwa membaca bukan hanya kebutuhan intelektual, tetapi juga perintah agama.
Penutup
Perintah Iqra’ adalah bukti bahwa Islam adalah agama ilmu. Dengan membaca, manusia tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Mari jadikan membaca sebagai kebiasaan, kebutuhan, dan ibadah dalam kehidupan sehari - hari

Posting Komentar